October 23, 2021

Kenali Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak Sejak Dini

Alergi susu sapi pada anak termasuk permasalahan yang sering ditemui saat anak mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) atau berganti dari ASI ke susu formula. Alergi pada anak harus segera diatasi supaya tidak menghambat perkembangan anak terutama di 1.000 hari emas pertumbuhan anak. Konsultan Alergi dan Imunologi Anak Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes menyebutkan efek alergi susu pada anak ini biasanya muncul di tiga bagian tubuh.

Pertama alergi susu sapi pada anak akan mengganggu sistem pencernaan yaitu buang air besar terus menerus alias diare dan rasa mules. "Di saluran cerna diare itu paling sering dialami sampai 53 persen terjadi pada anak, dan mules sekitar 27 persen terjadi pada anak. Mules ini gejala yang paling sering dikeluhkan oleh Bunda yang masih muda yang masih punya anak," ucap Prof. Budi saat webinar Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju, Senin (29/6/2020). Kemudian ciri alergi susu sapi pada anak adalah timbulnya masalah kulit yaitu dermatitis seperti kulit merah dan gatal, serta munculnya bentol bentol hampir disekujur tubuh.

"Gejala yang sering muncul pada kulit dermatitis atau eksim itu 35 persen muncul pada anak, dan gejala penyakit lainya ultakaria (kulit melepu) atau biduran sebanyak 18 persen," Prof Budi. Gejala lainnya yang sering muncul akibat alergi susu pada anak adalah masalah di saluran pernapasan yakni bisa sampai menyebabkan sesak napas. "Gejala gejala saluran napas itu asma dialami sampai 21 persen dan rhintis sekitar 20 persen," Prof. Budi.

Jangan menyepelakan masalah alergi susu sapi ini karena bisa menyebabkan kematian juga yaitu munculnya anafilaksis seperti mual, muntah, hingga kesulitan bernapas. "Yang sangat berat apabila tidak ditangani dengan segera akan menimbulkan kematian, anatilasis sebanyak 11 persen," pungkas Prof. Budi. Saat anak sudah terdeteksi alergi susu maka bisa segera dilakukan langkah langkah pencegahan sepeti mengganti susu sapi dengan susu soya atau kedelai, dan tidak mengonsumsi produk olahan susu seperti keju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *