petersaysdenim2

Orang bilang dia ‘gila,’ kelewat gaholl (baca; gaul), cuma segelintir anak muda bertato biar dibilang wow. Apapun deh. Apapun yang semua orang bilang bahwa dia seorang muda yang begayaan dan terlihat begajulan. Nah, dulu ‘cap’ seperti ini telah melekat pada diri seorang pemuda asal Sumedang. (Nah, jadi ingat tahu… neh admin. *tahu sumedang). Eh, sori…tapi kita tidak sedang membahas makanan ya? Hehehe.

Kalau kamu ngaku anak gaholl dan doyan fashion, maka nama Peter Firmansyah sudah melekat di telinga ya. Pemuda kelahiran Sumedang, 4 Februari 1984 ini punya bisnis fashion bermerek Petersaydenim. Ada kisah menarik tentang perjalanan karirnya sebagai pengusaha fashion sehingga bisa sesukses sekarang nih gaes. Mungkin bisa menjadi inspirasi buat kamu yang juga dalam menjalankan bisnis. Cekidot yes.

Perjalanan menuju sukses itu memang tidak mudah. Hanya orang-orang yang tahan banting dan bertekad kuatlah yang dapat meraihnya dengan cepat. Yup, jika keberuntungan ada di pihakmu, maka sukses itu akan makin cepat sampainya. Seperti teman kita satu ini. Peter Firmansyah. Babang satu ni terlahir dari keluarga yang bisa dibilang kurang mampu gaes. Sewaktu masih kecil, ayahnya terkena PHK dan ia harus rela bekerja apa saja untuk dapat membantu perekonomian keluarganya. Bahkan, hanya untuk membeli makanan – lebih spesifik, beli beras– pun keluarganya harus berhutang pada tetangga ataupun saudara. Namun, ia tidak pernah menyerah. Lagi-lagi ya, kata kunci untuk bisa jadi orang sukses adalah tidak pernah menyerah. Hehehe.

Nah, sewaktu Sekolah Menengah Atas (SMA), Peter sering pergi ke kawasan Cibadak, Bandung. Yaitu suatu daerah yang menjual pakaian bermerek dengan harga murah. Di tempat ini, semua pakaian dijual dalam bentuk tumpukan. Kalau orang sekarang sering menyebutnya sebagai pakaian acak-acakan. Jika pintar memilih dan sedang beruntung, maka dengan mudah akan mendapatkan pakaian bagus bermerek dengan harga yang murah. Hal inilah yang dilakukan Peter. Ingin tampil gaya, tidak ketinggalan jaman, namun bisa mendapatkan dengan harga murah. Di sinilah passion Peter sudah terlihat. Ia menyukai fashion. Karena ketertarikannya ini, tak heran sejak saat itu pun ia ingin belajar apa saja tentang fashion. Ia memulainya dengan belajar menyablon.

Setamatnya dari SMA, ia melanjutkan ke perguruan tinggi. Kekurangan biaya untuk kuliah juga sempat ia alami. Demi membiayai hidupnya, ia bekerja pada perusahaan yang membuat produk Volcom dan Rusty. Dari bekerja inilah ia banyak sekali belajar tentang bagaimana memilih bahan yang bagus, bagaimana proses pembuatannya hingga proses pemasarannya.

Maka, ide kreatif itupun muncul. Ia semakin sering belajar menyablon, membuat pakaian lalu bertanya tentang bagaimana cara agar produknya bisa dikirim ke luar negeri alias diekspor. Produk pertama yang ia hasilkan sendiri adalah jeans dengan merek Defense. Namun gagal di pasaran.

Dari kegagalannya tu, ia terus belajar bagaimana cara membangun sebuah merek dan bagaimana cara memasarkannya. Ia mulai memasarkan dari teman-teman band nya. Sebagai informasi tambahan, dulu Peter memiliki sebuah band bernama Peter says sorry. Dari sinilah ide memberi nama merek jeans nya itu muncul. Petersaysdenim. Dengan keuletannya, tekad kuat serta strategi dalam menjalankan bisnisnya, kini merek miliknya dapat dikenal dan dipakai oleh band-band luar negeri serta anak muda gaul di Indonesia.

So, gaes…jangan pikirin tentang apa kata orang tentang dirimu. Teruslah berkarya dan tunjukkan prestasimu, maka dunia yang akan menilainya. Terus motivasi diri dengan kata-kata bijak ya. Semangat!!

*****

Kembali ke daftar Cerita Motivasi.

Yang Muda Yang Gila Yang Berkarya – Peter “Petersaysdenim” Firmansyah