Ronny Lukito EigerPernah dengar tas merk Eiger? Atau bahkan kamu sering memakainya?

Bagi para pendaki dan petualang, tas dengan merk Eiger ini pasti sudah akrab di telinga mereka. Tas dengan kualitas yang bagus serta desain yang menarik ini sekilas seperti produk luar negeri ya. Padahal ini asli karya anak bangsa loh.

Adalah Ronny Lukito. Seorang pengusaha kelahiran Bandung, 15 Januari 1962. Terlahir dari keluarga kurang mampu, mengakibatkan dirinya harus rela tidak dapat melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi. Tapi sebagai seseorang yang memiliki prinsip hidup ‘pantang menyerah’ ini –keadaan keluarga yang miskin hingga tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi– bukanlah alasan dirinya tidak dapat melanjutkan hidup. Ronny muda banting tulang dan putar otak agar dapat terus bersekolah, alih-alih juga membantu ekonomi keluarganya. Maka sejak duduk di bangku STM (Sekolah Teknologi Menengah) ia berjualan susu yang ia kemas sendiri dan dijual dari pintu ke pintu. Selain ia mendapat tambahan uang untuk membiayai sekolahnya, secara tidak langsung ia telah belajar mengasah mentalnya menjadi pengusaha. Hal ini dibuktikannya kelak, ketika membantu mengembangkan usaha orangtuanya.

Sejak tahun 1967, orangtuanya memiliki usaha pembuatan tas. Usaha tersebut mereka kerjakan sendiri, mulai dari pembuatannya hingga penjualannya. Tas hasil karya orangtuanya itu diberi merek Butterfly. Nama yang diambil dari merek mesin jahit miliknya. Sepulang sekolah, Ronny sering membantu usaha yang dijalankan orangtuanya tersebut. Terkadang Ronny menjual tasnya dari rumah ke rumah. Terlalu seringnya membantu usaha orangtuanya, Ronny menjadi mahir dalam memilih bahan-bahan yang berkualitas. Ia juga tahu trend pasar. Bahkan dengan ketekunannya, ia berusaha memasukkan tas nya agar dapat dipasarkan oleh Matahari Depstore. Penawarannya ditolak berulangkali. Namun, ia pantang menyerah. Hingga akhirnya, barulah pada penawaran yang ke 13, produknya dapat diterima Matahari Depstore dengan harga yang masih rendah.

Peristiwa itulah yang menjadi titik awal kemajuan usaha Ronny dalam menjalankan bisnisnya. Dari waktu ke waktu, ia semakin menguasai pasar. Ia mulai merekrut marketing profesional, selalu berinovasi dan selalu memegang teguh prinsipnya agar tak mudah menyerah.

Kini, usaha yang dijalankan Ronny Lukito mengalami peningkatan pesat. Ia tidak lagi memakai merek Butterfly seperti yang digunakan orangtuanya. Ia memilih menciptakan merek sendiri yaitu Eiger. Seiring berjalannya waktu, ia mulai mengembangkan beberapa merek tas dengan berbagai kebutuhan dan keunggulan yang berbeda. Di bawah perusahaan yang ia bangun, PT Eksonindo Multi Product Industry, ia menciptakan berbagai merek tas, seperti; Export, Bodypack, Neosack, Extreme, Nordwand. Bahkan setiap tahun perusahaan ini berhasil memroduksi 2.500.000 tas dengan 8.000 desain yang berbeda.

Wah, hebat sekali ya. Sangat menarik melihat sepak terjang seorang pengusaha muda seperti Ronny Lukito. Pantang menyerah, tekad yang kuat dan membuang rasa malas demi mencapai keberhasilan adalah motivasi yang bisa disimpulkan dari kisah sukses pengusaha tas ini. Ronny Lukito memiliki motivasinya sendiri sekaligus menjalankannya hingga menjadi kenyataan. Kalau kamu?

*****

Kembali ke halaman kumpulan cerita motivasi.

Resep Pantang Menyerah Ala Ronny Lukito