Jangan Merasa Terancam Dengan Orang Yang Lebih Pintar Dari Kamu

jangan-merasa-terancam-dengan

Jangan merasa terancam dengan orang yang lebih pintar dari kamu. (Kata bijak dari Howard Schultz, CEO Starbucks).

Semua orang pasti ingin sukses. Namun seringkali orang membatasi diri untuk sukses. Ada yang membatasi diri karena masalah kemampuan. Ada yang membatasi diri karena modal. Dan tak sedikit yang membatasi diri karena soal lingkar otak, maksud saya kecerdasan.

Soal lingkar otak atau kecerdasan seseorang memang berpengaruh dalam perjalanan kesuksesan seseorang, namun itu bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan seseorang. Parahnya lagi, kebanyakan orang beranggapan jika kecerdasan hanya melulu berkaitan dengan kecerdasan intelektual. Padahal ada dua jenis kecerdasan lagi yang sebenarnya lebih penting yaitu kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual.

Kecerdasan intelektual menurut Goleman hanya menyumbang 20% dalam kesuksesan seseorang dan 80% sisanya adalah peran kecerdasan emosi. Apa itu kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosi? Menurut wikipedia, kecerdasan intelektual (bahasa Inggris: intelligence quotient, disingkat IQ) adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Gampangnya sih, kalau kamu di kelas selalu dapat rangking atau IP mu tinggi maka IQ mu juga tinggi. Semakin tinggi IQ mu, maka tingkat probabilitas kesuksesanmu akan semakin besar. Namun jika IQ mu jongkok, bahkan terjerembab, maka saatnya kamu lambaikan tangan pada kesuksesan. Dadah!!! Itu jika kamu percaya bahwa kesuksesan hanya ditentukan IQ

Namun santai saja. Hidup tidak sekeras itu dan Tuhan tidak sejahat itu pada manusia. Masih ada kesempatan sukses untuk orang yang punya IQ pas-pasan. Kecerdasan emosi dan spiritual memegang peran lebih penting dalam kesuksesan seseorang. 80% besarnya. Masih menurut wikipedia, kecerdasan emosional (bahasa Inggris: emotional quotient, disingkat EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap informasi akan suatu hubungan. Sedangkan kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, gambarannya seperti dalam tulisan terdahulu (http://www.katabijak.id/best-let-god-rest/). Jadi memang benar kata Howard Schultz: “Jangan merasa terancam dengan orang yang lebih pintar dari kamu”.

*****

Kembali ke halaman depan KataBijak.ID.