Sukses Ala Johnny Andrean

Menjadi anak rantau di Jakarta, bukanlah perkara mudah. Butuh niat, usaha dan tekad kuat agar bisa bertahan hidup. Nah, sepertinya kata kunci tersebut sudah dipahami oleh seorang Johnny Andrean. Jauh-jauh dari Singkawang, Kalimantan dan memilih merantau ke Jakarta demi meraih cita-cita dan belajar hidup mandiri.

Berbekal dari keterampilan menata rambut yang ia dapat dari ibunya, Johnny muda membuka sebuah salon kecil-kecilan di Jakarta pada akhir tahun 70an. Namanya juga ingin meraih sukses, pastilah ngga didapat dengan cara instan dong. Johnny bertahan dengan satu-satunya salon pertama yang dibukanya. Dengan kepiawaiannya menata rambut, keramahan yang ditonjolkan serta komitmen untuk terus berkembang, maka perlahan namun pasti salonnya mendapat banyak pelanggan.

Ternyata, ngga butuh waktu lama untuk bisa membuka cabang salon yang baru. Dengan keuletannya tersebut, hanya dalam dua tahun Johnny membuka cabang salonnya di daerah Mangga Besar. Kemudian cabang lainnya mulai ia buka di daerah Kebayoran Baru dan beberapa wilayah di Jakarta. Salon besutannya ini pun sudah mulai dikenal banyak orang. Ia pun memutuskan untuk membuka pelatihan serta perekrutan karyawan yang ia latih sendiri untuk menduduki jabatan sebagai hair stylish di beberapa gerai salon miliknya. Boom! Gerai salon yang ia buka kebanjiran pelanggan. Hal inilah yang memicu Johnny untuk terus mengasah kemampuannya dalam menata rambut. Ia pun memutuskan untuk belajar ke Eropa untuk belajar lebih dalam perkembangan model rambut yang sedang IN. Keputusan tersebut semakin membuat pelanggannya merasa nyaman dengan penataan rambut di salon-salon miliknya.

Sayangnya, kemalangan menimpa Johnny. Pada tahun 1998 banyak gerai salonnya hancur dalam waktu satu malam karena peristiwa kerusuhan 1998 terjadi. Namun, dengan tekad dan keyakinan kuat, Johnny berhasil melewati kemalangannya itu. Ia semakin memperluas jaringan salonnya dengan membuka gerai-gerai baru di kota-kota besar di Indonesia.

Johnny semakin menikmati keberhasilannya dalam mengembangkan bisnis salonnya tersebut. Bahkan ia sering pergi ke luar negeri ataupun jalan-jalan untuk melihat perkembangan mode rambut yang sedang trend dari waktu ke waktu. Kesibukannya yang mengharuskan dirinya bepergian ke luar negeri akhirnya menjadi hobi yang menyenangkan baginya. Di samping jalan-jalan dan menata rambut, Johnny hobi makan. Maka, ketika ia mendapat ide untuk membeli hak waralaba Breadtalk asal Singapura. Tak disangka, waralaba ini pun berkembang pesat dan ia semakin yakin bahwa hobi makannya juga dapat menghasilkan pundi-pundi uang.

Melihat perkembangan waralaba yang dibelinya tersebut, memunculkan ide untuk membangun bisnis serupa di bidang makanan. Maka, ia pun memutuskan untuk membangun gerai donat. Inspirasinya muncul ketika ia sering bepergian ke mall-mall di luar negeri. Ia sering makan donat namun selalu saja ada sesuatu yang dirasanya kurang pas dari donat-donat yang pernah ia cicipi. Disitulah ia mulai terinspirasi untuk membuka gerai donat yang rasanya enak dan lebih lembut dari donat-donat yang pernah dimakannya. Gerai donat yang ia bangun tersebut ia beri nama J.co. Kesuksesannya tak lantas membuatnya merasa puas dengan apa yang sudah dihasilkannya. Dengan bisnis barunya di bidang makanan, ia terus mengembangkan inovasi menu sehingga pelanggan tidak merasa bosan.

Dari sini, ternyata hobi yang dijadikan pekerjaan bisa mendatangkan kesuksesan ya. Karena kita tidak pernah merasa bekerja ketika pekerjaan tersebut adalah bagian dari kesukaan kita sendiri. Layak banget nih semangat dan cara meraih sukses yang ditempuh Johnny Andrean. Kata kuncinya, teruslah berinovasi, jangan mudah merasa puas dan teruslah berkarya. Jadikan hobimu sebagai ladang menuju suksesmu.

*****

Kembali ke halaman daftar Cerita Motivasi.

Hobi Yang Jadi Pekerjaan – Sukses Ala Johnny Andrean